HIT THE BOSS

And what you were thinking, you want to hit yor boss.

Asian Beauty

Written by BUDDY on 22.27



Aduh capek jalan ma kamu, jongkok dulu ahh......




Eh itu kan dia yang kemaren......




Aduh kamu dimana sih, dah gak tahan ni....




Emhhh.... akhirnya dia jadi datang




Aduh dia melihat "Perubahan" ini gak yaa... ihh jadi malu..
PeDe aja lah....

Read More......

Funny Animal

Written by BUDDY on 22.10



Perhatian - perhatian kepada anda yang sedang bermain internet
silahkan kembali bekerja.... terima kasih




Ha... ha.... emang enakk.............




Loe ngiri kan gak bisa begini sekarang enak looo... empuk lagi..




Om maaf aku pinjam game boy nya ya



Pokoknya gw kudu menang..



Mau maunya gw kerjain....




sambil gw ngamatin karyawan gw, gw main solitaire ahhh...








Read More......

Menjadi Atasan Yang Baik

Written by BUDDY on 00.26


Ingin Jadi Atasan yang Disukai? Ini Caranya!



Selasa, 14 Oktober 2008 | 15:53 WIB

Semua orang yang berkarier pasti ingin jadi atasan. Namun, tak mudah meraihnya. Selain dibutuhkan pengalaman dan jam terbang tinggi, juga prestasi di atas rata-rata.

Ya, meraih posisi sebagai atasan memang tak mudah. Diperlukan kerja keras dan upaya keras dalam meraih prestasi gemilang di tempat kerja. Kendati demikian, tak sedikit yang berhasil mencapai posisi tinggi di tempatnya bekerja, dengan prestasi yang luar biasa, bahkan hampir sempurna.

Setelah menduduki posisi sebagai atasan, kini saatnya Anda belajar untuk mengatur sejumlah pekerjaan yang tentunya memiliki tanggung jawab lebih besar lagi, sekaligus mengelola bawahan secara bijaksana. Tak semua atasan berhasil dengan baik mengelola bawahannya, lho! Nah, berikut ini ada sejumlah kiat bagi Anda yang baru saja menjadi seorang atasan agar disenangi, bahkan dikagumi bawahan:

1. Tak Ada Yang Sempurna
Hanya Tuhan yang memiliki segala kesempurnaan. Sebagai atasan, bukan berarti Anda menjadi manusia super yang sempurna. Atasan tak selalu benar dan tak menutup kemungkinan bawahan Anda justru bisa membantu memberi solusi yang menunjang pekerjaan Anda sehari-hari. Jangan malu untuk bercermin pada diri sendiri. Akuilah kekurangan Anda dan jadikan hal itu sebagai cambuk untuk lebih memperbaiki diri lagi.

2. Pentingnya Kepercayaan
Seringkali, sebagai atasan Anda bukanlah tipe yang bisa begitu saja memercayai kinerja bawahan. Namun, ada baiknya pelajari lebih seksama satu per satu bawahan Anda. Kenali lebih dekat lagi, dan galilah hal-hal positif dari setiap bawahan. Jangan pernah menganggap remeh mereka, sebaiknya berilah kepercayaan untuk melakukan pekerjaannya sebaik mungkin. Bila sudah demikian, jangan ragu untuk terus memberi motivasi, semangat, serta memuji hasil kerja keras mereka.

3. Bawahan = Ujung Tombak


Layaknya pasukan perang penjaga kerajaan, begitu juga dengan bawahan Anda. Mereka pasukan Anda, yang maju berperang mewakili perusahaan maupun departemen yang Anda pimpin. Anda tak akan mungkin bekerja tanpa mereka. Oleh karena itu, hargailah setiap tetes keringat yang mereka keluarkan untuk membantu pekerjaan Anda. Bekali mereka dengan segala informasi dan pengetahuan, baik internal maupun eksternal perusahaan, yang dapat menunjang pelaksanaan setiap tugas dengan baik dan benar.

4. Pintar Sekaligus Arif
Sebagai seorang pemimpin tentu Anda harus memiliki tingkat intelegensia dan pengalaman yang sangat baik. Pisau yang terus diasah pasti akan makin tajam dan berkilat. Begitu juga dengan seorang atasan. Janganlah Anda cepat merasa puas dengan hanya memiliki kemampuan yang itu-itu saja. Atasan yang makin hari makin pandai dan pintar, tentu akan membuat bawahan semakin respek terhadap Anda. Namun, kepintaran yang hebat tak akan berarti jika tak disertai kebaikan hati yang tulus.

5. Seni Tarik Ulur
Seni kepemimpinan layaknya permainan tarik tambang. Anda harus mengetahui kapan saatnya untuk menarik dan mengulur. Jika Anda terus menarik secara paksa, kemungkinan tangan Anda sendiri akan terluka. Sebaliknya, bila terlalu lama mengulur Anda tak akan pernah tahu berapa panjang tali yang akan jatuh ke tanah dan tak memiliki arti. Memimpin bawahan yang memiliki latar belakang dan emosi berbeda-beda diperlukan sistem tarik ulur yang tepat. Jangan menarik terlalu keras dan jangan mengulur terlalu lama hingga mengakibatkan bawahan tak produktif lagi.

6. Tetap Profesional


Tak bisa dipungkiri, sebagai wanita seringkali logika kalah dengan perasaan. Nah, Anda harus berhati-hati jika memimpin hanya dengan menggunakan perasaan saja. Bila perasaan menguasai cara-cara memimpin Anda, diri sendirilah yang akan rugi. Anda akan melihat setiap bawahan dari sudut pandang "suka dan tidak suka" secara subyektif. Jika demikian, Anda hanya akan menjadi atasan yang tidak memiliki kedewasaan dalam berpikir. Dan bisa dikatakan, Anda sebenarnya belum "saatnya" menjadi pemimpin. Sebagai atasan yang baik, Anda harus bisa menjalin kedekatan yang sama dengan setiap bawahan, tanpa kecuali.

7. Jadilah Bos Yang Baik
Walau Anda telah berada pada posisi puncak, janganlah menjadi seorang bad boss yang Anda sendiri tidak suka. Bila pernah mengalami peristiwa buruk dengan atasan sebelumnya, inilah saatnya Anda membuktikan diri untuk bisa jadi atasan yang lebih baik. Belajar dari kesalahan orang lain, justru akan mempercepat perkembangan diri Anda, sehingga tak perlu melakukan kesalahan sama, yang bisa memperlambat kinerja Anda. Bila bawahan melakukan kesalahan, tegurlah ia secara empat mata.

8. Lakukan Komunikasi
Menghadapi bawahan yang sering terlibat konflik diperlukan kesabaran. Bila Anda hanya mengomel, tak akan membuat keadaan menjadi lebih baik. Bahkan, bisa bertambah buruk. Selain itu, waktu dan energi Anda akan terbuang sia-sia hanya untuk mengurusi persoalan ini. Oleh karena itu, jangan menunda dan segera selesaikan masalah.


kompas.com

Read More......

Hit The Boss's

Written by BUDDY on 22.22





HIT THE BOSS

Apa yang terlintas jika melihat kata-kata atau gambar diatas, memukul bos anda? (you're goin fired), menendang bos anda, menabrak bos anda. Tapi yang jelas jangan kepada orang tua anda nanti dikutuk menjadi batu seperti malin kundang (hehehehe.....). Banyak hal menyebabkan anda ingin melakukan tindakan di atas antara lain karena.

1. Sering marah - marah gak jelas
2. Sok tau
3. Merasa kegantengan/Kecantikan
4. Sok bener
5. Emang dasar mukanya menyebalkan
6. Sok ngatur-ngatur


Mengenai Bos


Terkadang atau bahkan sering kita merasa kesal jika bos menyuruh kita melakukan sesuatu. dengan kata-kata saktinya

"Saya gak mau tau ... pokoknya besok pagi ada di meja saya...!"
"Kamu bisa kerja gak sih, gitu aja kok lama...!"
"Kamu kemana aja dari tadi saya cariin, HP kamu kemana! Dijual...."
"Kamu tadi dengerin kata-kata saya gak..."

Jenis Bos
Sifat atau jenis bos jelas berbeda-beda
1. Baik banget tapi bego
2. Baik tapi pelit
3. Sok Pinter tapi baik
4. Sok baik tapi pelit
5. Bego tapi sok pinter
6. etc...
7. yang paling parah, udah pelit, galak, sok pinte tapi bego trus kerjaannya carmuk (
wah ngebayangin nya aja mual)

Padahal kalo dipikir-pikir bos bukan pemilik perusahaan, ya sama-sama kuli perusahaan, tapi mereka menganggap dirinya lebih baik karena memiliki posisi. Inilah yang disayangkan dari hampir semua bos-bos. Ada memang ada bos yang perfect tapi perbandingannya kecil sekali dan mereka yang ada dibawahnya pasti merasa sangat beruntung.

Yang saya heran, saya belum pernah melihat buku berjudul

"Cara menghadapi bos yang pelit"
"Cara mengakali bos"
"Cara mencari perhatian bos"
"Cara Menjilat atasan" (wah parahhh...)


BAGI ANDA YANG SUDAH MENJADI BOS, INGATLAH KETIKA KALIAN MASIH DIBAWAH, INGAT SELAMA KALIAN BUKAN PEMILIK PERUSAHAAN TETAP KALIAN ADALAH KARYAWAN










Read More......